Berkah Minyak Murah, Cebu Air Raup Untung Besar

Maskapai berbiaya murah di Filipina, Cebu Air, meraup laba bersih hingga 13 kali lipat di Triwulan I 2015 dibanding periode yang sama tahun lalu. Cebu Air mendapat berkah dari harga minyak dunia yang masih murah.


Cebu Air mencatat jumlah penumpang periode Januari-April 2015 meningkat 11 persen, yakni 5,97 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan Pendapatan bersih mencapai 48 juta dolar. (Foto: joshr0ckx / Foter / CC BY-SA)

VARIA.id, Jakarta – Cebu Pasific dan anak perusahaannya, Cebgo mencatat terjadi peningkatan keuntungan berlipat ganda di triwulan I 2015.

Harga minyak dunia yang terjun bebas dan penambahan kapasitas kursi menjadi pendorong utama pertumbuhan kelompok Cebu Air tersebut.

Perusahaan Cebu Air mencatat jumlah penumpang periode Januari-April 2015 meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode tersebut, tahun lalu penumpang Cebu Air mencapai 5,38 juta orang, kini jumlahnya meningkat hingga 5,97 juta orang.

Peningkatan itu membuat keuntungan Cebu Air melambung. Pendapatan bersih pada tiga bulan pertama 2015 meningkat hingga lebih 13 kali dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersih maskapai itu mencapai 48 juta dolar AS pada periode Januari-Maret 2015, sedangkan tahun lalu hanya 3 juta dolar AS.

Pemasukan kotor Cebu Air juga meningkat hingga 21 persen pada triwulan I 2015 kalau dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari-Maret 2015, Cebu Air berhasil membukukan keuntungan 313 juta dolar AS.

Sementara, pertumbuhan kargo mencapai 14 persen. Di triwulan I 2015, pendapatan kotor dari kargo mencapai 17 juta dolar AS.

Di samping itu, pendapatan tambahan tumbuh hingga 17 persen menjadi 57 juta dolar AS. Pendapatan lain-lain itu berasal dari pemesanan online dan perluasan pendapatan dari produk serta layanan lainnya.

Screen Shot 2015-06-14 at 20.06.35

Berkat harga minyak 

Rendahnya harga minyak internasional turut mendongkrak pendapatan Cebu Air. Biaya untuk bahan bakar Cebu Pacific pada triwulan I turun 22 persen ketimbang tahun lalu.

Pada triwulan I 2015, Cebu Pacific hanya menggelontorkan 95 juta dolar AS. Angka itu turun dari pengeluaran tiga bulan pertama tahun lalu sebesar 122 juta dolar AS.

Seperti diketahui, tahun lalu harga minyak berada pada kisaran 100 dolar AS per barel. Namun, tahun ini harga minyak hanya berada pada kisaran 60 dolar AS per barel.

Di tengah berkah harga minyak dunia yang sedang turun, Cebu Air pun menambah kapastitas penumpang. Maskapai unggulan di Filipina ini meningkatkan kapasitas penumpang hingga 15,7 persen atau menjadi 7,37 juta kursi.

Padahal tahun lalu, kapasitas penumpangnya hanya 6,37 juta kursi. Meskipun persentase kursi terisi menurun dari 81,1 persen menjadi 84,4 persen, jumlah penumpang secara keseluruhan tetap mengalami kenaikan.

Cebu Pacific dan Cebgo bahkan menerbangkan 1,69 juta penumpang pada April 2015. Angka itu menunjukkan pertumbuhan 6,7 persen dari sebelumnya 1,59 juta penumpang.

Presiden Cebu Air Lance Y Gokongwei menargetkan jumlah penumpang pada jaringan Cebu Pacific mencapai 18 juta pada tahun ini. Seperti diberitakan Business Mirror, Jumat 12 Juni 2015, Cebu memiliki 55 pesawat. Di antaranya adalah 10 Airbus A319, 31 Airbus A310 dan enam Airbus A330.

 

Editor: Muhammad Irham/Chairul Akhmad (Business Mirror)

Konten Terkait

*

Top