Kujang Batu Mulia Ini Hanya Diproduksi Sebanyak 4.444

Bahan bakunya sama dengan batu akik untuk cincin. Namun soal harga, bisa lebih mahal. Bahkan, ada yang mencapai Rp135 juta. Siapa yang beli?


Kujang yang terbuat dari batu mulia atau batu akik. (Foto: Abdul Kholis/ VARIA.id)

VARIA.id, Depok – Bagi masyarakat Jawa Barat (Sunda), kujang sudah tak asing lagi. Benda ini dikenal sebagai senjata tradisional masyarakat Sunda yang terbuat dari logam.

Oleh sebagian orang, kujang juga dipercaya sebagai senjata yang memiliki nilai sakral serta memiliki kekuatan magis. Soal kebenarannya, terserah yang memercayainya.

Namun, seiring berjalannya waktu, kini beberapa perajin batu mulai berinovasi dengan membuat Kujang dari batu mulia atau batu akik. Tak heran, jika produk kerajinan ini sekarang juga mulai diburu oleh para penggemar batu mulia.

Saat ini, kerajinan berbahan batu akik memang tak hanya terbatas menjadi sebuah cincin atau kalung. Di tangan Indra Hudaya, sebuah batu dapat diolah menjadi miniatur Kujang yang bernilai seni tinggi.

Produk kerajinan ini sekaligus mengangkat budaya lokal Sunda. Bahkan, menurut Indra, ada satu karya kujang batu yang dibanderol Rp 135 juta. Setara dengan harga mobil.

Rabu pekan ini, perajin asal Kota Garut, Jawa Barat tersebut memamerkan karya-karyanya di Pameran Industri Kreatif di Depok. Saat VARIA.id, mengunjungi stan milik Indra, berbagai bentuk kujang dari bahan batu akik terpajang rapi.

Ukurannya pun beragam, mulai dari yang hanya sebesar batang korek api hingga berukuran 10 cm. “Kalau akik yang saya buat ini bukan untuk dipasang di jari, tapi untuk bros atau pin baju dan topi,” ujarnya.

Yang unik dari kerajinan batu buatan Indra adalah tidak ada kujang yang memiliki bentuk sama. Menurut Indra, kujang memiliki 40 nama dan 4.444 bentuk. Namun sayang, literatur lengkap mengenai senjata tradisonal ini, hingga sekarang masih tersimpan di salah satu museum di Belanda.

“Maka itu, dulu pernah kujang batu mulia buatan saya ini mau diborong semua oleh orang Belanda, tapi saya tolak. Saya khawatir, nanti hak ciptanya diakui orang Belanda,” kata Indra.

 

Jalak Harupat

Dari seluruh kujang batu karyanya, Indra mengaku tak membuat desain secara khusus. Apa yang diingatnya, langsung dibuat. Sudah ada 1.800 dari 4.444 bentuk kujang yang ia selesaikan.

Dalam membuat kujang, Indra mengaku terinspirasi zaman Kerajaan Tarumanegara sampai Ciung Wanara. Untuk batunya, Indra mendapatkannya dari Kota Garut yang kaya akan jenis bebatuan.

Awalnya, dia hanya mengumpulkan batu. Keinginan untuk melestarikan potensi daerah dan budaya Sunda menjadi salah satu alasannya dalam membuat kerajinan kujang batu ini.

Kujang sendiri, menurut Indra, berasal dari kata kudhyang. Yaitu, jalan menuju Sang Pencipta. Kujang juga memiliki arti lain, yakni kukuh kanu jangji, yang berarti memegang kekuatan janji.

“Dulu saya pernah bikin sampai 500 biji untuk trial dan error-nya, karena belum sempurna dan mulus bentuknya. Awalnya membuat Kujang Badak, karena tidak terlalu rumit bentuknya,” ujar Indra.

Proses percobaan tersebut berlangsung selama 1,5 tahun sampai tahun 2014. Baru pada 2015, Indra mulai memasukkan kujang batu buatannya ke dalam pameran. Meski ukurannya kecil, harga kerajinan ini tak kalah dengan harga batu akik untuk cincin.

Indra mematok harga kujang buatannya Rp 1,5 juta-Rp 3 juta. Harga tersebut tergantung dari ukuran, tingkat kerumitan dan tujuan dari pembeli kujang. Sedangkan untuk batu yang dirancang khusus untuk para pejabat, kata Indra, harganya bisa mencapai Rp 5 juta-Rp 135 juta.

Untuk produk yang khusus itu, misalnya Kujang Jalak Harupat, konon digunakan oleh Raden Jalak Harupat yang terkenal sakti dan adil. Kujang Jalak Harupat ini, kata Indra, terbuat dari batu yang berasal dari Bungbulang, Garut.

“Yang ini saya jual Rp 135 juta,” pungkasnya.*

 

Editor: Chairul Akhmad

 

 

 

Penulis

Konten Terkait

*

Top