Penjualan Mobil Toyota Seret

Pada April 2015, mobil merek Toyota terjual sebanyak 30.053 unit mobil. Jumlah ini menurun dibanding bulan sebelumnya sebesar 31.801 unit. Pelemahan daya beli masyarakat mempengaruhi seretnya penjualan otomotif, termasuk Toyota.


VARIA.id, Jakarta – PT Toyota Astra Motor (TAM) pada April 2015 membukukan penjualan wholesales sebesar 30.053 unit dengan pangsa pasar sebesar 36,8 persen.

Vice President Director PT Toyota Astra Motor, Suparno Djasmin, mengakui situasi perekonomian saat ini berpengaruh pada menurunnya pasar otomotif. Namun, perusahaan ini tetap meningkatkan pelayanan dan nilai produk otomotifnya untuk konsumen.

“Dari sisi  penjualan, pencapaian bulan lalu terbilang relatif stabil dibandingkan Maret 2015 sebanyak 31.801 unit,” kata Suparno Jasmin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2015.

Menurutnya dalam 5 bulan ini, ada sekitar lima produk baru yang diluncurkan perusahaan otomotif ini. Apakah hanya melakukan penambahan fitur atau menambah varian baru kendaraannya.

Dibandingkan angka penjualan Maret, pada April mobil Toyota jelas menurun. Ini tidak lepas dari melemahnya daya beli masyarakat akibat melambatnya ekonomi.

Meski demikian, TAM akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Cara ini diyakini akan dapat mempertahankan loyalitas konsumen kepada Toyota.

Ia menambahkan, kontribusi peningkatan pangsa pasar juga dipengaruhi oleh membaiknya kinerja sejumlah segmen.

Di antaranya jenis sedan yang membukukan pertumbuhan penjualan 22,3 persen. Rinciannya pada Maret tahun ini dari 1.007 unit satu bulan kemudian pertumbuhannya tercatat menjadi 1.232 unit.

 

Car & Motorcycle Market Apr'15

 

Pada periode yang sama, di segmen compact car didominasi produk andalan yaitu Agya, Etios Valco, dan Yaris yang dapat membukukan total penjualan sebanyak 6.465 unit dengan pangsa pasar mencapai 38,13 persen.

Untuk segmen MPV, Toyota mengokohkan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan total penjualan sebanyak 16.243 unit.

“Pangsa pasar Toyota di segmen MPV sebanyak 56,16 persen pada April 2015,” katanya.

Sedangkan dua produk Toyota di segmen MPV, yaitu Avanza dan Kijang Innova masing masing mencatatkan penjualan yang stabil sebanyak 11.686 unit dan 4.162 unit. Keduanya dinilai berkontribusi sekitar 71,95 persen dan 25,62 persen dari total penjualan Toyota di segmen MPV.

Sementara pada segmen SUV, Toyota membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 14,5 persen dari 3.474 unit pada Maret 2015 menjadi 3.978 unit pada April 2015. Rush menjadi kontributor utama dengan total penjualan 3.068 unit.

TAM merupakan agen tunggal pemegang merk mobil Toyota di Indonesia. Perusahaan ini adalah joint venture antara PT Astra International dan Toyota Motor Corporation, Jepang.

 

Mobil listrik

Perusahaan produsen otomotif ini meyakini kendaraan masa depan berbahan bakar alternatif akan lebih diminati. Untuk itu, Toyota juga menyiapkan kendaraan berbahan bakar listrik.

Salah satu pengembangan mobil listrik Toyota bernama i-Road. Kendaraan ini rencananya akan diuji pada Juli tahun ini di Jepang.

Melalui rilis yang dikeluarkan Toyota Motor Corp menyebutan pengujian mobil listrik ini akan dilakukan oleh 100 orang dengan berbagai latar belakang.

Untuk itu, Toyota telah menyiapkan sebanyak 10 unit i-Road yang siap diuji. Satu unit i-Road akan digunakan oleh 10 orang secara bergantian.

Pengujian akan dilakukan di jalanan umum dan peserta akan menggunakan i-Road sebagai kendaraan pribadi untuk aktifitas sehari-hari.

Pengujian ini untuk mengetahui efektivitas i-Road sebagai kendaraan transportasi di perkotaan yang lalu lintasnya padat. i-Road merupakan mobil listrik yang diyakini untuk mengurangi kemacetan di daerah perkotaan.

Mobil ini memiliki bodi yang ramping sehingga tak membutuhkan ruang parkir yang luas. Sementara itu, pengisian baterainya juga bisa dilakukan di tempat pengisian berkapasitas 100 volt.*

 

 

Editor: Drajat Kurniawan

 

 

 

Konten Terkait

*

Top