Menikmati Mie Aceh Jaly Jaly

Memulai berjualan Mie Aceh menggunakan gerobak dorong, kini usaha Bang Jaly berkembang pesat. Ada 25 cabang Waroeng Jaly-Jaly di seluruh Indonesia. Bang Jaly berkeyakinan, tak butuh modal besar untuk memulai sebuah usaha.


 

VARIA.id, Jakarta - Bagi penggemar mie, pasti sudah tidak asing lagi dengan Mie Aceh. Kuliner Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut yang diracik dengan bumbu rempah-rempah sehingga rasanya menggugah selera.

Mie Aceh tersedia dalam dua jenis; Mie Aceh Goreng dan Mie Aceh Kuah. Biasanya mie ditambah taburan bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun dan jeruk nipis.

Salah satu destinasi yang cukup ramai disambangi penikmat kuliner Aceh adalah Waroeng Mie Aceh Jaly Jaly, di kawasan Soepomo, Jakarta Selatan. Awalnya, Mie Aceh Jaly Jaly yang didirikan oleh Bang Jaly yang membuka usaha di Blok M Mall Bassement, Lobby terminal K4-K5 Jakarta Selatan, sepuluh tahun silam. Usahanya terus berkembang dan hingga saat ini ada sekitar 25 cabang Mie Aceh Jaly Jaly di seluruh Indonesia.

Banyak pilihan menu makanan yang tersedia di Warung Mie Aceh Jaly Jaly. Di antaranya Nasi Goreng Kambing, Nasi Goreng Udang, Nasi Kari Kambing, Martabak Telur, Es Timun, Teh Telur, Kopi Aceh, Susu dan Es Jeruk. Dari beragam menu yang ada, Mie Aceh, Roti Cane dan Teh Tarik adalah makanan dan minuman yang paling sering dipesan oleh pelanggan.

Dalam sehari Waroeng Mie Aceh Jaly-Jaly di kawasan Soepomo, Jakarta Selatan ini bisa menghabiskan kurang lebih 55 kg mie. Dan untuk pembuatan Roti Cane, bisa menghabiskan tepung terigu sebanyak 10 kg per hari.

Pendapatan bersih yang didapatkan bisnis kuliner ini mencapai Rp 6-8 juta per hari. Di salah satu sudut warung, ada secarik kertas pengumuman tertempel yang memberitahukan bahwa Bang Jaly menawarkan ajakan untuk membuka bisnis kuliner Aceh ini.*

Tags

Konten Terkait

*

Top