Cuci Pakaian Langsung Kering Dengan Koin

Padatnya aktivitas kelas menengah urban Jakarta membuat rutinitas mencuci pakaian diserahkan kepada binatu. Trennya saat ini adalah binatu dengan menggunakan koin. Dengan mesin berteknologi canggih, proses pencucian dan pengeringan tidak butuh waktu lama.


 

VARIA.id, Jakarta – Tumpukan-tumpukan pakaian kotor dalam keranjang tergeletak di lantai sebuah binatu. Pekerja wanita di binatu hampir tak pernah berhenti memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci dan pengering. Ia kemudian melipat rapi pakaian dan membungkusnya dengan kantong plastik.

Padatnya aktivitas dan terbatasnya waktu membuat sebagian kaum urban, kelas menengah pekerja di Jakarta, menyerahkan rutinitas mencuci pakaian kepada binatu.

Bisnis binatu yang sedang naik daun dan menjadi tren di Jakarta saat ini adalah binatu koin. Salah satunya Laundrion Maytag, jasa binatu waralaba yang merupakan sebuah kongsi bisnis.

Binatu koin Laundrion Maytag menggunakan mesin cuci dan pengering teknologi Maytag dari Amerika Serikat, berdaya listrik 1000 watt. Dan tidak membutuhkan air yang banyak untuk proses pencucian pakaian. Proses pengeringannya juga cepat.

Kini outlet Laundrion Maytag telah hadir di daerah Taman Palem Jakarta Barat, Ruko Canadian Kota Wisata Cibubur, Elang Laut Jakarta Utara dan apartemen Kalibata City Jakarta Selatan, di menara Akasia dan Raffles.

Budi, seorang pengawas dan pengelola Laundrion Maytag Kalibata City, di menara Akasia, apartemen Kalibata City, menjelaskan, sejauh ini Laundrion apartemen Kalibata City telah mengoperasikan 28 mesin cuci dan pengering. Sebanyak 6 mesin dioperasikan di outlet menara Akasia dan 22 mesin di outlet menara Raffles, Green Palace. Tiap mesin bisa menampung 5 Kg pakaian.

Pada hari kerja, Laundrion Maytag di outlet menara Akasia menerima sekitar 60 Kg pakaian. Sedangkan di hari libur bisa mencapai 80 Kg pakaian. Setiap kali proses pencucian membutuhkan waktu 27-33 menit. Dan pengeringan butuh 38-48 menit. Untuk layanan jasa cuci kering lipat, pelanggan harus merogoh kocek Rp 40 ribu tiap 5 Kg.

“Di sini pelanggan hanya membawa pakaian kotor saja, sabun dan parfum pakaian kami sediakan cuma-cuma. Tapi pelanggan boleh saja membawa sabun, parfum dan pelembut sendiri,” tutur Budi.

Menurut Budi, Laundrion Maytag di menara Raffles, Green Palace Kalibata City adalah binatu koin yang pertama dan terbesar di Indonesia. Dalam sebulan, keuntungan kotor yang diraup kurang lebih Rp 50 juta.

Ke depan, sebagai rencana perluasan bisnis, Laundrion Maytag akan membuka outlet di salah satu menara di kawasan apartemen Kalibata City.*

Tags

Satu Komentar;

  1. Rudy

    1 unit mesin butuh investasi berapa ya…kalau ada mohon diberikan perhitungan bisnisnya…..kami berminat..
    Terima kasih.
    rudy

*

Top