Mainan Kayu Tetap Eksis dan Diminati

Kios mainan kayu di Jalan Raya Pasar Minggu, dekat pertigaan Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata masih ramai oleh pembeli. Pelanggan mereka tidak hanya dari Jakarta, tapi juga luar kota. Bahkan ada dari luar negeri.


VARIA.id, Jakarta – Jejeran mainan yang terbuat dari kayu tersusun rapi di kios UD. Senang Anak, milik Sukma (46). Pedagang yang sudah berdagang sejak 1980 di Jalan Raya Pasar Minggu, dekat pertigaan Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata. Dia meneruskan usaha yang telah dilakoni kakak iparnya, Umar (73), yang merintis usaha sejak 1977 dengan bermodalkan Rp 200 ribu.

Dalam sehari mereka bisa menjual 5 sampai 20 buah mainan. Jenis mainan yang ia jual seperti bus, mobil boks, truk, bajaj, lokomotif kereta api, kincir angin dan kuda-kudaan. Harga jual berkisar Rp 15 ribu sampai Rp 250 ribu. Tergantung bentuk dan ukuran mainan. Menurut Sukma, pembeli menyukai mainan yang bentuknya truk dan bus. Mainan-mainan kayu tersebut dipasok dari Karawang. Disana ada kampung yang di tiap rumah mengerjakan pembuatan mainan.

Seorang pembeli yang ditemui Varia.id, Riko (28), mengaku alasannya membeli mainan tersebut karena sewaktu kecil mainan kayu menjadi kegemarannya dan ingin membelikan bus mainan kayu untuk anaknya. “Saya ingin mengenalkan mainan kayu kepada anak saya. Mainan kayu ini unik dan mengingatkan saya pada masa kecil”, ujarnya.

Kios yang menjual mainan kayu ini hanya ada satu-satunya di Jakarta dan sudah sangat terkenal. Kebanyakan pelanggan mereka berasal dari luar daerah Jakarta. Bahkan ada yang dari luar negeri. Umar pernah mendapat pesanan dari Belanda, membuat 300 bajaj. Pesanan tersebut disanggupi dan dia mengajari beberapa orang untuk memproduksi mainan secara massal. Tapi karena hasil buatan tiap orang berbeda-beda dia menghentikannya. “Sampai saat ini kami masih menerima pesanan. Minimal Rp 3,5 juta”, katanya.

Tags

Konten Terkait

*

Top