Pangkas Asgar yang Fenomenal

Penampilan yang baik dan rapi menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama kerapian rambut. Itulah yang menjadikan pangkas rambut menjadi bisnis yang menggiurkan. Dari sekian banyak usaha jasa pangkas rambut, yang fenomenal adalah pangkas rambut Asgar.


 

VARIA.id, Jakarta – Setiap orang membutuhkan penampilan yang baik dan rapi. Salah satu hal yang selalu diperhatikan adalah rambut. Di zaman modern sekarang sudah banyak model tatanan rambut yang bisa menjadi pilihan. Inilah yang menjadikan keberadaan seorang tukang pangkas rambut selalu dibutuhkan. Dan membuat usaha di bidang jasa ini tetap memiliki prospek yang menjanjikan. Karena pangsa pasarnya yang stabil, kurangnya pelanggan bukanlah hal yang dikhawatirkan.

Usaha pangkas rambut yang fenomenal adalah pangkas rambut Asgar, singkatan dari Asli Garut. Sebutan ini menunjukkan identitas tukang pangkas yang berasal dari Garut. Menurut cerita, sejarah orang Garut dikenal berprofesi sebagai tukang pangkas rambut berawal pada saat pemberontakan DI/TII di pertengahan 1949 hingga 1950-an. Saat itu banyak orang Garut yang mengungsi ke berbagai tempat untuk menyelamatkan diri. Untuk bertahan hidup, salah seorang di antaranya ada yang memilih menjadi tukang pangkas rambut. Melihat kesuksesannya, banyak pemuda asal Garut, khususnya orang Banyuresmi, Wanaraja, dan sekitarnya yang mengikuti jejaknya sebagai tukang pangkas rambut. Fenomenal lainnya adalah ketika Presiden RI Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono ternyata turut menggunakan jasa pangkas rambut Asgar. Ini membuat pangkas rambut asli Garut menjadi lebih dikenal dan populer di masyarakat.

Saat ini di Jabodetabek telah banyak bermunculan usaha pangkas rambut yang menggunakan nama Asgar. Asalkan dari Garut, siapa pun boleh menggunakan nama Asgar. Seperti halnya pemilik pangkas rambut Asgar, Ijat (33), asal Banyuresmi, Garut. Tempat usahanya berlokasi di Jl. Rawajati Barat, Jakarta Selatan. Pria ini telah menekuni usaha pangkas rambut sejak tahun 2008. Dalam menjalankan usaha, dia dibantu tiga orang tukang pangkas, yang semuanya berasal dari Garut. Kepada VARIA.id, ia menceritakan bahwa di kampungnya banyak pemuda yang terlatih memangkas rambut. Dan jika dianggap telah lihai, mereka akan merantau ke kota besar untuk membuka usaha atau bekerja di tempat pangkas rambut. Profesi yang ia lakoni ini merupakan turun-temurun. “Ayah dan kakek saya juga tukang pangkas rambut”, ujarnya. Tarif jasa pangkas rambut ditempatnya tergolong murah dan bervariasi. Untuk dewasa dikenakan Rp 13 ribu, remaja Rp 10 ribu dan anak-anak Rp 8 ribu. Jasa lainnya cukur jenggot dan kumis dikenakan Rp 5 ribu. Ijat mengaku dalam sehari pelanggan bisa mencapai 15 orang. Menurut penuturannya, keuntungan yang ia dapat cukup lumayan. Walaupun uang sewa tempat usahanya termasuk mahal, Rp 12 juta per tahun. Ketika ditanya rencana untuk menaikkan tarif pangkas rambut, seiring dengan kenaikan harga BBM, dia menjawab belum. “Sekarang saya lihat situasi kondisi dulu dan tanggapan pelanggan. Tapi nanti kedepan (tarif) akan saya dinaikkan”, ujarnya.

Tags

*

Top